Kawan

0
6:14 AM

“Hai, gimanakabarmu? Sekarang dimana? Sudah berapa lama kitatidak ketemu ya.. Punya anak berapa?”
Tiba-tiba obrolan menyeruak, memberondong manakala hampir tanpa sengaja ketemu kawan lama di Facebook. Seolah tak sabar untuk bertanya apa saja sampai-sampai belum sempat terjawab satu pertanyaan, pertanyaan lain segera menyusul, kadang dengan ejaan yang salah karena terburu-buru memencet keyboard.

Kawan, teman, sahabat atau apapun kamu menyebutnya, seringkali sudah seperti saudara. Terkadang menemukannya di kala masa paling sulit di kehidupan kita. Kadang hadir tiba-tiba dan menjadi bagian penting dari sejarah kita. Meski tak ada hubungan darah sekalipun, terkadang ikatan batin yang terjalin begitu kuat.

Dengan kawan, kita tak saja berbagi suka dan duka tapi juga acapkali saling sengit atau bahkan memuncakkan emosi sampai ubun-ubun untuk kemudian kembali lagi menyadari bahwa kita tak akan mampu melanjutkan perjalanan jika tak bersama-sama.

Dengan kawan kita tak hanya membangun sebuah kemengan, prestasi dan kebanggaan, tapi juga pernah kebodohan, kekalahan dan kisah yang memilukan sampai memalukan.
Dan kawan biasanya lalu akan berlalu seiring waktu untuk menemukan hidupnya sendiri, mengejar mimpi-mimpinya sendiri, entah kemana. Tahu-tahu dia pergi dan kita pun sibuk dengan hidup kita sendiri.

Namun kawan sejati tak pernah pergi dari hati. Betapapun dia membuat marah atau kesalahan, dia adalah bagian dari hidup kita yang bagaimanapun telah mewarnai kidah kita. Ia telah mengajarkan hidup dengan caranya sendiri kepada kita. Sebagaimana pula sebaliknya.
Jadi jika Kamu kebetulan menemukan jejak kawan lamamu di timeline Facebook, sapalah dengan hangat, seperti dahulu… sebagai kawan sejati..

Gambar: Flickr

Kericau

aku bicara maka aku ada, aku menulis maka engkau menemuiku disini...

0 comments: